PECEL MADIUN

March 24th, 2008

Thumbdsc00393

Dulu tempat ini adalah kebun Anggrek… sang pemilik memang suka dengan bunga Anggrek puluhan, pesanan sampai ke istana.. setelah sang pemilik Almarhum.. di karenakan penerusnya tidak ada maka tanah yang luasnya kurang lebih 2 hektar ini akhirnya di jadikan WARUNG PECEL MADIUN.

Senin-Minggu : 11:00-17:00
Jumat : TUTUP
Pec1

Pecel Madiun : Rp 8,000
Sate Telur : Rp 3,000

Dari Arah perumahan Sutera Alam terus menuju ke arah Parung-Bogor. Posisinya berada di kanan jalan.

Ciater Barat Raya No. 20, Rawa Buntu
Tanggerang
Banten - Indonesia
PH 1: (021) 6828-2058

Resapkan Air Hujan ke Tanah Sebanyaknya

March 14th, 2008
Green Fest
Resapkan Air Hujan ke Tanah Sebanyaknya
Jumat, 14 Maret 2008 | 00:50 WIB

Oleh Nawa Tunggal

Musibah banjir makin kerap
terjadi. Kini saatnya warga berkontribusi agar air hujan tetap tinggal
di dalam tanah. Itulah prinsip ideal merancang rumah untuk
berkontribusi kepada kota seperti Jakarta yang makin kerap dilanda
banjir, seperti dikatakan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta Ahmad
Djuhara, Kamis (13/3).

Bagaimana mewujudkannya? Djuhara menunjuk
pengalamannya saat merancang rumah perkotaan dengan ukuran 6 meter x 15
meter atau seluas 90 meter persegi. Djuhara merancangnya dengan
menyisihkan celah 60 sentimeter di sekeliling tembok.

”Tembok
rumah tidak dibuat berimpit dengan tembok rumah tetangga. Ada celah 60
sentimeter untuk mendapat intensitas cahaya matahari serta sirkulasi
udara yang cukup,” katanya.

Lantai rumah juga dibuat tidak menyatu dengan permukaan tanah. Ketika air hujan datang, hamparan tanah itu siap menyerapnya.

”Ada
perkiraan hitungan daya tampungnya, sebidang tanah seluas 90 meter
persegi harus dibuat mampu menampung genangan air minimal 4-5
sentimeter,” kata Djuhara.

Sayang, rancangannya tidak disetujui
pemilik rumah. Akhirnya rumah itu dibangun seperti lazimnya rumah-rumah
yang ada di setiap kapling perumahan sederhana. ”Kini saatnya
masyarakat memberi kontribusi ke kotanya yang makin kerap dilanda
banjir,” katanya.

Daur ulang

Meresapkan
air hujan ke dalam tanah sebanyak-banyaknya sangat dianjurkan untuk
mengembalikan kuantitas dan kualitas cadangan air bawah tanah.

Selama
ini pemanfaatan air bawah tanah masih menjadi tumpuan pemenuhan air
bersih sebagian masyarakat. Bahkan, masyarakat perkotaan yang
seharusnya disuplai air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
juga memanfaatkan cadangan air tanah tersebut.

Bangunan komersial
seperti hotel dan mal juga memenuhi kebutuhan air bersihnya dengan
menyedot air tanah karena kebutuhannya tak terpenuhi oleh PDAM
setempat. Tindakan seperti itu seharusnya menjadi pilihan terakhir.

Menurut
Sudaryati Cahyaningsih, peneliti bidang teknologi lingkungan pada Pusat
Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kuantitas
maupun kualitas air bawah tanah serta air bersih PDAM memiliki
kecenderungan menurun.

Ini disebabkan eksploitasi cadangan air
bawah tanah, khususnya di wilayah perkotaan, tidak sebanding dengan
jumlah air hujan yang meresap ke dalam tanah. Ketersediaan air baku
PDAM makin lama makin menyusut akibat perebutan dengan sektor
pertanian. Kualitas air baku air minum PDAM kian lama kian terbebani
polutan. Polutan itu bisa berasal dari limbah industri, bisa dari
limbah domestik atau rumah tangga.

”Sejauh ini komposisi limbah domestik lebih tinggi, sekitar 60 persen dari tingkat pencemaran air,” kata Sudaryati.

Oleh karena itu perlu dipikirkan pemrosesan daur ulang air limbah di tingkat domestik atau komunal.

”Prinsip
pengolahan air limbah domestik itu diendapkan secara anaerob atau tidak
terkontaminasi dengan oksigen di lokasi yang dipersiapkan,” ujarnya.

Kondisi
air yang relatif jernih kemudian dialirkan ke sungai dan menjadikan air
sungai tetap jernih. Tetapi, ini telah menjadi menjadi kisah usang.
Kini segala limbah masuk ke sungai.

Manakala kerepotan pemenuhan
air bersih sungguh-sungguh menjelma, baik Djuhara maupun Sudaryati
menyarankan saatnya untuk menerapkan efisiensi air.

Ada prinsip
reuse atau pemanfaatan kembali air yang sudah digunakan yang biasanya
menjadi limbah terbuang. ”Pemanfaatan ulang air seperti dilakukan di
negara-negara maju itu untuk gardening (menyiram tanaman) dan flushing
(mengguyur toilet),” kata Sudaryati.

Dia menyarankan, teknik
pemanfaatan ulang air pada skala domestik dan komunal sebaiknya dengan
cara biologis. Tanaman-tanaman yang mampu menyerap polutan dianjurkan
ditanam di sekeliling penampungan air limbah domestik. Air yang kembali
jernih bisa untuk gardening.

Djuhara menjelaskan pentingnya
pemanfaatan ulang air yang biasanya terbuang di skala domestik. Menurut
dia, air hujan bisa ditampung melalui saluran air hujan dari genteng ke
sebuah bak atau tangki. ”Atau menjadikan bagian atap sekaligus menjadi
bak penampung air hujan langsung,” katanya.

Penampungan air hujan
secara langsung lebih bersih dibandingkan dengan pengaliran melalui
genteng. Namun, beban air harus diperhitungkan. Untuk volume 1 meter
kubik, atap rumah itu menanggung beban 1 ton.

Ide-ide dan
pemikiran mendapatkan air bersih akibat semakin langkanya air tanah
seperti itu bisa didapatkan warga Jakarta jika hadir pada acara Green
Festival, pada 18-20 April di Parkir Timur Senayan. Mereka yang datang
akan mendapat pengalaman dan pengetahuan tentang pemanasan global dan
segala akibatnya, serta bagaimana kita seharusnya bersikap dan
berperilaku….

Sumber : KOMPAS CETAK

Pohon Trembesi

March 13th, 2008

Samaneasaman_trembesi
Ki hujan
, pohon hujan, atau trembesi (Samanea saman (Jacq.} Merr.) merupakan tumbuhan pohon
besar, tinggi, dengan tajuk yang sangat melebar. Tumbuhan ini pernah
populer sebagai tumbuhan peneduh. Perakarannya yang sangat meluas
membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di
sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari tajuknya
karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat serta kotoran dari tonggeret yang tinggal di pohon.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar di
seluruh daerah tropika. Di beberapa tempat bahkan dianggap mengganggu
karena tajuknya menghambat tumbuhan lain untuk berkembang.

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Mimosoideae
Genus: Samanea
Spesies: S. saman

Sumber : Wikipedia

Cerbera manghas (Bintaro)

March 10th, 2008

Bintaro (cerbera manghas)

460pxcerbera_manghas_inflorescencesflowe
Bintaro
(Cerbera manghas) adalah tumbuhan pantai atau paya berupa pohon dengan ketinggian dapat mencapai 12m. Dikenal di Pasifik dengan nama leva (Samoa), toto (Tonga), serta vasa (Fiji).

Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau tua, yang tersusun
berselingan. Bunganya harum dengan mahkota berdiameter 3-5cm berbentuk
terompet dengan pangkal merah muda. Benang sari berjumlah lima dan
posisi bakal buah tinggi. Buah berbentuk telur, panjang 5-10cm, dan berwarna merah cerah jika masak.

Penyebarannya secara alami di daerah tropis Indo Pasifik, dari Seychelles hingga Polinesia Perancis. Bintaro sering kali merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove. Di Indonesia bintaro sekarang digunakan sebagai tumbuhan penghijauan daerah pantai serta peneduh kota.

Koeh175_1

Daun dan buahnya mengandung bahan yang mempengaruhi jantung, suatu glikosida yang disebut cerberin, yang sangat beracun. Getahnya sejak dulu dipakai sebagai racun panah/tulup untuk berburu. Racunnya dilaporkan dipakai untuk bunuh diri atau membunuh orang.

Nama ilmiah Cerberus diambil dari nama anjing berkepala sepuluh dalam mitologi Yunani.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Cerbera
Spesies: C. manghas

Sumber : wikipedia

EMOSI LAGI

March 10th, 2008

Beberapa hari lalu aku emosi lagi.. entah… jika tidak sepaham dan sepemikiran aku selalu emosi ..

menahan emosi itu sakit luar biasa.. sekali meledak seerti bom waktu… kapanpun meledak tanpa ukuran…

Yang membuatku marah dan emosi.. kenapa orang selalu usil dengan HOBI dan Kesukaanku.. sedangkan mereka tidak pernah aku komentari kesukaan mereka…

HOBI aku yang berhubugan dengan duniaku.. tulis menulis.. dan baca membaca.. kalau aku punya kamera… mungkin sudah FOTO mem FOTO..

Dan sekarang orang baru kenal BLOG.. aku dah kenal semenjak aku duduk di SMA.. dan Mulai nulis ya waktu kerja.. karena waktu kuliah dak mungkiin nulis.. karena ya kuliah di pertanian dan adanya di ladang terus… dan jaman itu mana ada HOTSPOT di kampus.. duh kalau anak2 sekarang ya enak lah.. fasilitas lengkap.

Karena ada kesempatan sekarang untuk mengembangkan bakat tulis menulis.. dan mengungkapkan isi hati, apa yang aku lihat dan aku mau tulis..ya disini aku tulis..

P U S I N G

March 6th, 2008

Entah.. mau mulai dari mana?

Dunia mau dibawa kemana?

Aku mengerti.. dunia ini memang seperti ini..

Menjaga Nama Baik seseorang susah….

Begerak dak bisa bebas..

J E N G K E L ………

March 6th, 2008

Sebenernya males.. curhat di sini…
Tapi kok ati ini makin ngak enak… kalau ngak di keluarin….

Jengkel Abis.. Baru kali ini ada junior maki2 dan ngomong ngak sopan sama seniornya…

Tolong masalah pribadi jangan di campur sama kerjaan…

Yang ada tekanan darah gw naik lagi…

Duh.. Ya Allah SWT.. ampunin dosa yang sudah merendahkan martabat orang lain…
Bisa nerima kekurangan orang lain …

Kalau aku dah diremehin aku males nanggepin orang itu.. Capek Ati…

Yang Ada Emosi sendiri… orang kayang gitu harus di kasih pelajaran…..

???

March 4th, 2008

Sebenarnya yang BLOON tuuh siapa sih??????????

Aku atau Kamu? Atau Managemant????? atau yang buat peraturan ini….

Kalau Aku BLOON kenapa tanya sama aku? berarti kamu juga BLOON dong!!!!!!!!!!!!

Kacau Sarjana tapi otaknya Di Dengkul …. mau cari perhatian ya? ……. bukan jamannya deh..buang jauh2……

Kerja ngak usah banyak ngomong!!!!!!! kerjakan tugas dengan sebaik2nya ……..

SUSU BAYI

March 2nd, 2008

Berita tentang susu bayi tercemar bakteri.. membuat aku panik.. masalahnya anakku masih menggunakan susu formula.

Dari info yang ada tidak jelas merk susu apa yang tercemar bakteri tersebut. sedangkan pemerintah tidak bertindak cepat untuk melihat hasil penelitian ini merupakan bentuk dari peduli masyarakat terhadap kesehatan.

Malah saya lihat pemerintah tenang - tenang dan remeh menanggapi kecakapan masyarakat akademik peneli…

Apakah Bangsa ini mau di buat bodoh selamanya dan di jadikan budak oleh orang2 yang memiliki DUIT!!!!!!

Benar2 sudah keterlalauan pemerintah tidak pernah mau sadar akan keterpurukan pangan dan kesehatan di masyarakat …

PRIHATIN…. SUNGGUH PRIHATIN….