H A R A P A N -2
Hari ini hari terakhir bulan januari….
satu bulan sudah aku berdiam diri …..
aku tahu engkau terlalu sibuk dengan kegiatanmu..
untuk menghubungiku saja tidak pernah pernah…
Menghilang kemanakah dirimu…….
sudahkah menemukan teman baru sehingga teman lama dilupan sedemikian rupa…
ya sudah .. aku dak marah jika kamu memang tidak suka berteman denganku..
ya apa adanya aku begini .. tidak pernah berubah.. suka monggo dak juga monggo..
setidaknya aku sudah memberikan sebuah kata. bahwa sesuatu sedang terjadi.. entah itu datang dari mana aku pun tak tahu. berjalan dengan sendirinya.
engkau jauh tanpa kabar aku pun dapat merasakan bahwa engkau masih berharap aku menghubungimu..
Semoga di tempat yang jauh kamu dapat menjaga dirimu sebaik mungkin
L O V E | Comment (0)Rindu … Mata itu ………..
Entah .. sudah berapa puluh hari… daku tak melihat mata itu.
Mata yang selalu membuat aku kuat dalam segala hal..
sapaannya memiliki sumber listrik yang sangat kuat..
membuat aku mendapatkan energi yang sangat dan sangat bom bastis
kemana mata itu… hari ini pun tak ada kabar berita..
semoga engkau juga dapat merasakan kecemasanku..
sadarlah… dari tidurmu.. bahwa aku memperhatikanmu dari kejauhan..
raihlah lengan ini akar kekuatan dan energi tidak terbuang percuma..
engkau anugrah terindah yang kudapat disaat2 aku membutuhkan energi untuk bangkit.
doaku untukmu selalu ada disujudku setiap malam.
datanglah hai energiku ……. datanglah kekuatanku..
Matamu selalu ada di setiap langkahku… sadarlah .. energi itu ada.
L O V E | Comment (0)BIODISEL
BIODIESEL
(BBM Alternatif Pengganti Solar)
Tanaman Jarak Pagar
Tanaman
Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn) berasal dari daerah tropis Amerika
Tengah, telah lama dikenal masyarakat Indonesia seajak jaman penjajahan
Jepang. Tanaman Jarak banyak dijumpai sebagai pagar pekarangan, juga
digunakan sebagai obat serta penghasil minyak lampu .Biji tanaman jarak
mengandung persentase minyak yang besar, sehingga mulai dilirik
orang.untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar alternatif dimasa yang
akan datang. Dengan memperhatikan potensial tanaman Jarak yang mudah
tumbuh pada lahan kritis serta dapat dikembangkan sebagai bahan
penghasil BBM alternatif (Biodiesel), tentunya tanaman ini akan
memberikan harapan baru pada pengembangan agribisnis. Disamping untuk
menunjang usaha konservasi lahan, tanaman Jarak akan memberikan solusi
pada pengadaan Biodiesel sekaligus akan memembuka :kesempatan bagi
penambahan lowongan pekerjaan dan pendapatan petani.
![]() |
![]() |
|---|
Ciri-ciri Jarak Pagar
-
Family Euphorbiceae
-
Tanaman perdu, tinggi 1 – 7 m, bercabang tidak teratur
-
Batang kayu slindris, bila terluka mengeluarkan getah
-
Daun lebar, berbentuk jantung atau bulat telur melebar dengan panjang 5 – 15 cm
-
Bunga berwarna kuning kehujauan, berupa bunga menjemuk berbentuk malai, berumah satu
- Umur tanaman dapat mencapai 20 tahun lebih
![]() |
![]() |
![]() |
|---|---|---|
|
Biji Jarak Pagar
|
|
Energi Alternatif
-
Jarak Pagar yang mudah tumbuh dan dapat dikembangkan sebagai bahan penghasil BBM alternatif (Biodiesel)
-
Kandungan minyak pada biji jarak cukup tinggi yaitu sekitar 30 s/d 50%
-
Biji
Jarak Pagar sangat prospektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku
minyak atau Biodiesel, karena minyak Jarak Pagar tidak termasuk
kategori minyak untuk makanan (edible oil), sehingga pemanfaatannya
tidak mengganggu penyediaan kebutuhan minyak makan nasional
Biodiesel
-
Pemanfaatan
minyak jarak sebagai bahan bakar alternatif, dilakukan dengan terlebih
dahulu menerapkan proses transesterifikasi terhadap minyak jarak -
Proses transesterifikasi minyak jarak dilakukan dengan menggunakan
alkohol, proses ini akan mengubah trigliserida menjadi metil ester
(Biodiesel dan Gliserol) -
Tujuannya
untuk menurunkan viskositas minyak jarak dan meningkatkan daya
pembakarannya sehingga dapat digunakan sesuai standar minyak diesel
untuk kendaraan bermotor.
Sumber :http://www.ristek.go.id
Pertanian | Comment (0)Pengolahan BIODISEL
|
PROSES PENGOLAHAN BIODIESEL DARI
: KOPRA, CPO DAN JELANTAH |
![]() |
|
Selain biji jarak, bahan baku yang lain seperti
Sumber : http://www.ristek.go.id
|
BIJI JARAK MENJADI BIODISEL
ALUR
PROSES PENGOLAHAN BIJI JARAK MENJADI BIODIESEL

-
Kapasitas produksi mesin :
300 ltr/hari -
3 (tiga) Kg biji Jarak kering
menghasilkan 1 kg Biodiesel
Keunggulan Biodiesel
-
Angka Cetane tinggi (>50),
yakni angka yang menunjukan ukuran baik tidaknya kualitas Solar berdasarkan
sifaf kecepatan bakar dalm ruang bakar mesin. Semakin tinggi bilangan
Cetane, semakin cepat pembakaran semakin baik efisiensi termodinamisnya. -
Titik kilat tinggi, yakni temperatur
terendah yang dapat menyebabkan uap Biodiesel menyala, sehingga Biodiesel
lebih aman dari bahaya kebakaran pada saat disimpan maupun pada saat
didistribusikan dari pada solar -
Tidak mengandung sulfur dan
benzene yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara
alami - Menambah pelumasan mesin yang lebih baik daripada
solar sehingga akan memperpanjang umur pemakaian mesin - Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa
dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun - Mengurangi asap hitam dari gas asap buang mesin
diesel secara signifikan walaupun penambahan hanya 5% - 10% volume biodiesel
kedalam solar
Perlu diketahui bahwa
Mesin Pengolah Biodiesel tidak hanya mengolah bahan baku
dari Tanaman Jarak Pagar namun beberapa bahan baku yang lain dapat di
olah untuk menghasilkan Biodiesel seperti dari :
- CPO (minyak sawit)
- Kopra
- Jelantah (minyak sisa penggorengan)
|
Biodiesel digunakan :
|
||||
|---|---|---|---|---|
![]() |
![]() |
![]() |
||
|
Alat Transportasi
Sumber : http://www.ristek.go.id |
Pembangki/Industri
|
Statsiun Pengisian BB Biodiesel
|
||
Nangis Lagi
Huuuuuuuu, Nangis lagi deh..
Entah kebetulan atau memang DIA……
Secara alur cerita memang sama .. tapi entah lah aku tidak mau bahagia dulu..
Biarkan waktu yang berbicara.. dan biarkan Allah SWT yang memberi petunjuk.
Semua ini milik Sang Pencipta.
Sumber jelas dan nyata.
Buku Harian Stia | Comment (0)Chrysanthemum morifolium
KRISAN, SI RATU
TIMUR PENGUSIR NYAMUK
Penampilan bunga krisan dengan aster memang sangat mirip. Terlebih kalau
hanya melihat bunganya semata, bisa-bisa kita ‘tertipu’. Sebab, setelah uji
penyilangan sering berhasil, ragam bunga krisan dan aster pun kini semakin
banyak.

Bentuk daun krisan (Chrysanthemum morifolium), khusus pada bagian tepi,
tampak bercelah dan bergerigi. Daun tersebut tersusun berselang-seling pada
cabang atau batang. Sedangkan batangnya tumbuh tegak, berstruktur lunak, dan
berwarna hijau. Namun demikian, bila batang dibiarkan terus tumbuh, maka
batang pun akan menjadi keras berkayu dan warnanya menjadi hijau
kecokelat-cokelatan.
Bunga krisan tumbuh tegak pada ujung tanaman dan tersusun dalam tangkai
berukuran pendek sampai panjang. Yang menarik adalah bentuk bunganya.
Beraneka ragam dan bisa dikelompokkan menjadi 5 golongan sebagai berikut:
1. Tunggal
Pada setiap tangkai hanya memiliki satu kuntum bunga. Piringan dasar bunga
sempit dan susunan mahkota hanya satu lapis.
2. Anemone
Sekilas mirip dengan bunga tunggal, tapi piringan dasar bunganya lebih tebal
dan lebar.
3. Besar
Di setiap tangkai hanya terdapat satu kuntum, tetapi ukurannya besar (bisa
mencapai 10 cm). Saking gedenya hingga piringan dasar tidak kelihatan.
4. Pompon
Karakteristik bentuk bunga pompon adalah bulat mirip bola, mahkota bunga
menyebar ke segala penjuru, dan piringan dasar bunganya tidak tampak.
5. Dekoratif
Sesuai namanya, penampilannya memang sangat dekoratif. Punya mahkota bunga
bertumpuk-tumpuk rapat, di tengah pendek dan bagian tepinya memanjang.
Kuntum bunga krisan pun ternyata juga memiliki karakter masing-masing,
antara lain:
6. Standar
Setiap tangkai memiliki 1 kuntum bunga, biasanya berukuran besar. Perlu
diketahui, tanaman krisan semula memiliki beberapa kuntum bunga pada setiap
tangkainya.
Namun, berkat teknik disbudding, jumlah kuntum bunga dibuat hanya satu, yang
kemudian dikenal sebagai krisan standar atau krisan tunggal. Contohnya:
krisan Shamrock, dark red pompon, regal mist, Borholm, dan sebagainya.
7. Spray
Setiap tangkai memiliki sekitar 10 - 20 kuntum bunga, namun diameternya
kecil-kecil, sekitar 2 - 3 cm. Contohnya krisan Puma, Salmon, Granada,
Klondike, dan sebagainya.
WARNA YANG BERMAKNA
Dewasa ini dikenal lebih dari seribu varietas krisan yang tersebar di
seluruh dunia. Padahal, tanaman krisan semula hanya digemari oleh masyarakat
Cina. Ternyata, orang Jepang lebih duluan memberdayakan krisan. Bahkan,
saking bangganya terhadap bunga ini, krisan dijadikan simbol kekaisaran
Jepang dan disebut Queen of the East. Selang waktu berikutnya, tanaman
krisan pun menyebar ke kawasan Eropa, lalu Asia. Konon, krisan masuk ke
Indonesia pada abad ke-17, tapi baru mulai dikembangkan tahun 1940 di daerah
Cianjur, Cisarua, Lembang, Brastagi, dan Bandungan.
Bunga krisan sering digunakan sebagai bunga potong dalam berbagai kegiatan.
Uniknya, warna bunga krisan bisa dikaitkan dengan ‘makna’ kegiatan itu
sendiri. Misalnya pada upacara kematian dipilih krisan berbunga putih dan
ungu. Kemudian, di hari Valentine disuguhkan krisan merah dan pink. Upacara
pernikahan memakai krisan putih, kuning, ungu, atau merah. Juga pada
kegiatan imlek, saat krisan merah dan putih tampil dominan.
Sebagai bunga potong, krisan juga dipakai untuk bahan dekorasi ruangan,
jambangan bunga, rangkaian aneka macam variasi bunga, dan sebagainya.
Beberapa krisan yang digunakan sebagai bunga potong antara lain:
a. Puma, berbunga putih, bentuk bunga
anemone, diameter bunga dan mata bunga 45 mm/25 mm.
b. Salmon, bentuk bunga tunggal,
berwarna pink, diameter bunga dan mata bunga 70 mm/15 mm.
c. Gold van Langen, bentuk bunga
tunggal, berwarna kuning emas, diameter bunga dan mata bunga 65 mm/18 mm.
Selain sebagai bunga potong, krisan juga digunakan sebagai tanaman hias yang
ditanam dalam pot. Contohnya beberapa krisan asal Amerika yang telah
dikembangkan di Indonesia dan diberi nama-nama tokoh wayang. Misalnya Krisan
Shinta yang berbunga kuning, tipe tunggal, dan ukuran bunga cukup besar.
Lalu krisan Kunti yang berbunga putih bersih, tipe anemone, serta krisan
Srikandi dengan bunga merah tua dengan bagian tengah kuning, tipe dekoratif.
BERTANAM DENGAN STEK PUCUK
Lazimnya, tanaman krisan dalam pot dipakai sebagai penghias lobi hotel,
penghias meja restoran, penghias meja kantor, tanaman border, dan
sebagainya. Anda pyun bisa mencoba bertanam krisan dalam pot.
Pertama, pilih pot dari tanah liat atau pot plastik. Pot tanah liat relatif
murah dan bersifat poreus, sehingga mampu menjaga kestabilan suhu. Namun pot
tanah liat cepat berlumut. Sebaliknya, pot plastik tidak bersifat poreus
sehingga suhu media tidak stabil, tapi penampilannya menarik dan dekoratif.

Siapkan juga media tanam berupa campuran tanah subur, kompos dan pupuk
kandang (1 : 1 : 1), atau campuran tanah, mos dan perlit (1 : 1 : 1),
ataupun tanah dan humus bamboo (1 : 1).
Sebelum media tanam diisikan ke dalam pot, sebaiknya pada dasar pot diisi
dengan selapis sekam padi. Barulah media tanam dimasukkan hingga mencapai 1
cm di bawah bibir permukaan atas pot. Siramlah media tanam tersebut sampai
cukup basah.
Bagaimana dengan bibitnya? Biasanya dipakai bibit asal stek pucuk. Tentukan
tanaman induk krisan yang sehat dan cukup umur. Pilin tunas pucuk yang
sehat, dengan diameter pangkal tunas 3 - 5 mm dan panjang 5 cm. Jepitlah
tunas pucuk dengan telunjuk dan ibu jari, lalu potong bagian pangkalnya.
Pada panggal stek pucuk diolesi zat pengatur tumbuh seperti Rhizopon atau
Rootone F., lalu semaikan pada bak persemaian. Amati secara berkala hingga
berumur 2 minggu.
Bila bibit stek telah siap, pindahkan ke dalam pot. Tanamkan bibit krisan di
tengah-tengah pot dengan posisi tegak, siramlah sampai basah. Terakhir,
lakukan perawatan sebaik-baiknya.
***
PENGUSIR NYAMUK DAN OBAT BATUK
Siapa sangka, tanaman krisan ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan
racun serangga alami dan pengobatan alternatif. Coba lihat merek obat nyamuk
yang beredar, pasti akan ditemukan bahan alami yang disebut zat pyrethrin.
Zat inilah yang mengusir bahkan membunuh nyamuk. Zat pyrethrin memang amat
beracun bagi serangga, namun tidak beracun bagi binatang berdarah panas.

Nah, menurut penelitian, kandungan pyrethrin yang paling banyak terdapat
pada bunga krisan jenis Chrysanthemum cineranaefolium. Jadi, tak perlu heran
jika tanaman ini juga sering digunakan sebagai obat untuk berbagai keluhan,
antara lain:
1. Peradangan sinusitis
Yang dimaksud peradangan sinusitis antara lain peradangan pada rongga tulang
tapis, rongga tulang depan mata, rongga tulang rahang, dan sebagainya yang
bisa menyebabkan sakit kepala. Untuk pengobatannya, siapkan 5 helai daun
krisan, lalu dicuci dan ditumbuk halus. Tambahkan dua tetes minyak kelapa,
lalu tempelkan pada dahi selama setengah jam sebelum tidur.
2. Batuk
Sediakan 1 mangkuk daun dan bunga krisan kering, lalu rebus dalam 2 gelas
air selama sekitar 15 menit. Biarkan untuk sementara waktu hingga
hangat-hangat kuku, lalu saring dan minum.
3. Nyeri perut
Ambil 5 helai daun krisan, lalu rajang dan tumbuk sampai halus. Tambahkan
beberepa tetes minyak kelapa, lalu gosok-gosokkan pada perut dengan memakai
kain kebat. Biarkan selama semalam.
Data Pustaka:
Tabloid Nova (www.tabloidnova.com)
Taman Bunga Nusantara
Hari ini udaranya tidak bersahabat…
Badanku meriang lagi…duh jangan ambruk donk…
Semalam sempat lihat kepegang buku tentang tanaman dan literatur bunga krisan, jadi ingat Taman Bunga Nusantara, Cipanas.
Iseng aku buka Google cari kata Taman Bunga Nusantara .. akhirnya sudah ada webnya..http://tamanbunganusantara.com
Jadi Ingat waktu kuliah, kunjungan ke saung Nirwan dan Taman Bunga Nusantara, emang sih waktu itu pertama kalinya taman ini di bangun, dan belum terlalu menarik untuk di nikmati.
Ini bukti dari usaha pelestarian dan kesenangan Ibu Negara waktu itu terhadap tanaman. Selain taman ini beliau juga mencanangkan Taman Buah Mekarsari. sebelum semua ini ada pertama kali ya Replikanya Indonesia. pastinya semua tahukan? yap benar Taman Mini Indonesia Indah.
Kapan ya aku bisa ke Taman Bunga Nusantara dan Saung Nirwan. kangen dengann suasana yang sejuk dan view yang indah.
Landscape | Comment (0)S E L A M A T T A H U N B A R U
Udah 4 hari berlalu dari tahun baru.. tetap tidak ada perubahan yang sangat drastis.. walau hidup mesti kita jalani dari waktu ke waktu ..
kerinduanku terhadap kampung halaman terobati sudah..
walau hanya 3 hari itu obat yang sangat mujarab..
entah magnet apa yang selalu membawaku untuk kembali ke tanah leluhur..
dipikir2 kkata orang enak di ibu kota, entahlah.. hijaunya dedaunan dan gemercik suara air mengalir membuat hati ini tentram.
kembali ke aktifitas semula .. persiapan pameran dah di depan mata.
Info Terkini | Comment (0)







